ESA Umumkan Misi Pencarian Planet Mirip Bumi
Badan Antariksa Eropa (ESA) mengumumkan pada Slot Online Gacor hari Selasa (07/12) rencana mereka untuk mengembangkan satelit baru yang akan digunakan untuk mengeksplorasi eksoplanet, yakni planet yang berada di luar tata surya kita.
Ini adalah misi eksplorasi eksoplanet ketiga yang Duta563 direncanakan , berkolaborasi dengan perusahaan kedirgantaraan Eropa, Airbus, dalam rencananya membangun dan mengembangkan satelit baru tersebut.
Satelit yang dikembangkan yang diberi nama "Ariel" — kependekan dari Atmospheric Remote-sensing Infrared Exoplanet Large-survey — akan diluncurkan pada tahun 2029 mendatang, demikian dikutip dari laman DW Indonesia, Kamis (9/12/2021).
adalah planet yang mengorbit sebuah bintang atau bintang di luar tata surya kita. Selama empat tahun, satelit Ariel akan mengumpulkan data sekitar 1.000 eksoplanet, demikian kataESA dalam sebuah pernyataan .
BACA JUGA :
Bumi Ternyata Dilintasi Asteroid Sebesar Pentagon AS
Ini adalah misi pertama yang semata-mata didedikasikan untuk mengumpulkan data tentang komposisi kimia dan struktur termal eksoplanet, dan bagaimana bintang induknya memengaruhi evolusi planet.
Data tersebut akan membantu para ilmuwan lebih memahami tahap awal bagaimana planet dan atmosfernya terbentuk dan dapat menunjukkan apakah ada kehidupan di luar Bumi.
"Mereka dapat membantu kita mengetahui apakah ada kehidupan di tempat lain di alam semesta kita dan apakah ada planet lain seperti" ungkap ESA.
Ariel akan mengikuti dua pendahulunya, yakni Cheops yang diluncurkan pada tahun 2019, dan Plato yang dijadwalkan diluncurkan pada tahun 2026.
Bekerja Sama dengan Airbus
Airbus telah menandatangani kontrak dengan ESA untuk merancang dan membangun satelit "Ariel".
"Dengan tonggak pencapaian misi Ariel ini, kami merayakan kelanjutan hubungan luar biasa dengan mitra industri kami untuk menjaga Eropa tetap terdepan dalam keunggulan di bidang penelitian planet ekstrasurya hingga dekade berikutnya dan seterusnya," kata direktur sains ESA, Günther Hasinger, dalam sebuah pernyataan.
Menurut ESA, satelit akan dibangun dan dirancang di dua fasilitas Airbus yang terletak di Toulouse, Prancis, dan Stevenage di Inggris.
Jean-Marc Nasr, Kepala Sistem Luar Angkasa di Airbus, mengatakan perusahaan memiliki "pengalaman luas" dalam memimpin misi sains yang akan membantu pembangunan Ariel.
Komentar
Posting Komentar