Banjir Bandang Melanda Mamuju, Seorang Warga Tewas Terseret Arus Sungai

 


Bencana alam melanda sejumlah wilayah di KabupatenSulawesi Barat. setalah diguyur hujan deras selama 3 jam. Bencana ini memakan korban jiwa, seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus saat aliran sungai meluap.

AG (74) warga Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Mamuju ditemukan meninggal dunia terseret arus deras sungai Simbuang sejauh 500 meter. Saat kejadian sekitar pukul 15.00 Wita, dia hendak menyeberangi sungai setelah game slot online aman terpercaya menanam pohon di kebunnya.Kebunnya ada di seberang sungai, waktu menyeberangi sungai arus sungai kencang. Korban tidak bisa menahan derasnya arus, lalu terseret," kata Sudirman salah seorang warga kepada wartawan.

Sudirman menambahkan, kabar korban terseret arus sungai diketahui saat anak dan keponakan korban memberitahu warga slot games online yang saat itu tengah mengungsi di ketinggian untuk menghindari. Sejumlah warga kemudian meninggalkan lokasi pengungsian untuk melakukan pencarian.Korban ditemukan sudah meninggal dunia sekitar pukul 16.30 tadi dan langsung dibawa ke rumah duka," ujar Sudirman.

Sedangkan, Kepala BPBD Mamuju, Muhammad Taslim membenarkan peristiwa itu. Dia pun mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktivitas, di tengah curah hujan yang sangat tinggi, terutama warga yang berada di pinggiran sungai.Kami sudah ke lokasi tadi dan korban sudah ditemukan. Kami turut prihatan atas musibah yang menimpa salah satu warga kami," kata Taslim.

BACA JUGA : 

Bom Meledak di Masjid Terbesar Kedua Afghanistan, Sejumlah Orang Tewas


Taslim mengungkapkan, bencana ini menimpa dua daerah, yakni Kecamatan Mamuju dan Simboro akibat meluapnya sungai Simbuang dan Karema. Untuk Kecamatan Mamuju atau pusat kota banjir tidak terlalu parah, hanya genangan yang masih bisa diatasi warga secara mandiri.Di Kecamatan Simboro, ada banjir yang merendam perkampungan dan tanah longsor. Saat ini tim sudah bergerak untuk mengevakuasi sejak tadi sore," tutup Taslim.

 Hari ini 9 tahun lalu, tepatnya Senin 4 Oktober 2010, mungkin tak akan pernah luput dalam ingatan warga Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Hari itu, sekitar pukul 08.30 WIT, saat warga hendak memulai aktivitas, terdengar suara gemuruh bersama datangnya luapan air Sungai Batang Salai.

Bagaikan tsunami, banjir bandang menyapu bersih rumah di wilayah itu. Rumah warga yang rata-rata semi permanen dari kayu hanyut dan runtuh akibat terjangan banjir.

Warga yang sudah ke luar rumah bergegas menyelamatkan diri ke perbukitan. Sedangkan warga yang masih tinggal di dalam rumah, sebagian besar tak bisa menyelamatkan diri.

Hampir semua infrastruktur di Wasior hancur, termasuk lapangan udara, rumah sakit, jembatan, dan juga beberapa gereja. Bencana banjir bandang yang terjadi juga mengganggu hubungan komunikasi, jaringan listrik terputus, dan aktivitas masyarakat lumpuh.

Lapangan terbang yang digenangi oleh banjir juga memutus jalur udara menuju Wasior. Satu-satunya jalan menuju daerah itu adalah jalur laut yang harus ditempuh selama 10 jam perjalanan dari Manokwari dengan menumpang armada patroli Angkatan Laut atau kapal pengangkut kayu.

Banjir bandang ini menyebabkan 158 orang tewas dan 145 orang dinyatakan hilang. Sebagian besar korban luka-luka dibawa ke Manokwari dan Nabire. Sementara sebagian korban luka lainnya dan warga yang selamat ditampung di tempat-tempat pengungsian.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menampung sedikitnya 4.771 pengungsi korban banjir bandang Wasior di Manokwari, Papua Barat. Berdasarkan data BNPB, ribuan pengungsi itu tersebar di beberapa lokasi pengungsian di Manokwari.

Jumlah pengungsi terbanyak ada di komplek Balai Latihan Kerja Manokwari, yaitu sebanyak 1.245 orang. Kemudian di Lapangan Kodim Manokwari sebanyak 972 orang Sementara itu, BNPB mencatat 2.554 orang pengungsi melakukan pengungsian mandiri, atau kembali ke keluarga masing-masing di kawasan Manokwari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUDI ONLINE MENYENANGKAN

Pasang Nomor Anda Pada Judi Togel Online Yang Paling Bagus

Jepang Bakal Kirim Robot Penjelajah Pengulik Jejak Kehidupan Planet Mars 2024