Mesir dan Ethiopia Sepakat Kelola Bersama Pasokan Air Sungai Nil
Para pemimpin Mesir dan mengatakan telah mencapai kemajuan dalam perundingan mengenai pembagian pasokan air Sungai Nil, setelah website agen slot online resmi sebelumnya muncul komitmen untuk menyelesaikan kontroversi proyek pembangunan bendungan raksasa.
Dikutip dari VOA Indonesia, Senin (11/6/2018), kedua negara telah berupaya selama berbulan-bulan, untuk menyelesaikan sengketa mengenai bendungan raksasa yang dibangun Ethiopia di Sungai Nil. Mesir khawatir bendungan itu akan mengancam pasokan airnya.
Bendungan itu, yang diperkirakan akan game slot online menghabiskan biaya sedikitnya US$ 4 miliar, akan menjadi bendungan pembangkit listrik tenaga air terbesar di Afrika.
Perdana Menteri Abiy Ahmed meyakinkan Mesir pada Minggu, 10 Juni 2018, bahwa bendungan itu tidak akan mengurangi pasokan air Sungai Nil bagi Mesir.
BACA JUGA :
Bali Masuk Daftar 10 Besar Pulau Terbaik di Dunia Tahun 2021 Versi Travel and Leisure
Ditambahkan PM Ahmed, Addis Ababa tidak "ada niat atau gagasan untuk merugikan rakyat Mesir".
"Kami yakin bahwa kami akan mendapat manfaat dari sungai ini, tanpa merugikan rakyat Mesir," kata PM Ahmed dalam konferensi pers bersama Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sissi di Kairo.
Sementara itu, pemerintah Ethiopia menyatakan ingin belajar perihal sektor ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan (EBT) dari Indonesia, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Keinginan tersebut disampaikan Menteri Air, Irigasi dan Ketenagalistrikan Ethiopia, Seleshi Bekele saat mengunjungi Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, akhir tahun lalu.
Dalam kunjungan ini, delegasi Ethiopia memberikan apresiasi dan ingin menggali informasi atas kesuksesan Indonesia dalam meningkatkan percepatan pemerataan kelistrikan (rasio elektrifikasi).
Pemerintah Ethiopia saat ini tengah melakukan restrukturisasi sektor kelistrikan dengan berfokus peningkatan rasio elektrifikasi.
Menanggapi hal tersebut, Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan, saat ini rasio elektrifikasi Indonesia mencapai 93,5 persendengan kapasitas pembangkit listrik nasional sebesar 60,1 Giga Watt (GW) atau naik 7,1 GW dalam tiga tahun terakhir dibanding tahun 2014 yang sebesar 53 GW.
Kecelakaan transportasi air dilaporkan terjadi di di Mesir. Unit yang terlibat adalah Kapal kargo dan kapal penumpang.
"Keluarga dan teman-teman dari pasangan muda yang menyewa perahu untuk pesta pertunangan tengah berlayar ke utara Kairo ketika ditabrak," kata saksi mata seperti dikutip dari, Kamis (23/7/2015).
Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan, mayat empat bayi telah ditemukan. Beberapa penumpang masih hilang. Sementara 5 lainnya berhasil diselamatkan dari lokasi kecelakaan dan kapten kapal kargo ditangkap.
Sejauh ini, belum diketahui apakah pasangan yang merayakan pertunangannya termasuk di antara yang tewas. Begitu pula dengan penyebab tabrakan.
Lalu lintas di sepanjang Sungai Nil memang belakangan tengah ramai. Sebab banyak orang Mesir merayakan akhir bulan suci Ramadan.
Sebelumnya kecelakaan tragis melibatkan kapal terjadi pada Februari 2006. Feri yang terbalik di Laut Merah dan menewaskan 1.000 orang disebut-sebut sebagai kecelakaan maritim terburuk di negara itu. (Tnt/Ein)

Komentar
Posting Komentar